Senin, 20 Juli 2009

Pemenuhan Kadar Air Dalam Tubuh

Tergantung Aktivitas, Lingkungan dan Tingkat Kesehatan

Air merupakan komponen utama dari tubuh, rata-rata tiap orang memiliki 60% air dari berat tubuhnya. Semua sistem di dalam tubuh tergantung oleh air. Sebagai contoh, air akan membilas racun dari organ vital, membawa nutrisi ke sel tubuh dan menghasilkan kelembaban bagi jaringan telinga, hidung dan tenggorokan. Kurangnya air dalam tubuh dapat menyebabkan kurang cairan atau dalam kondisi lebih parah dapat dehidrasi, yaitu keadaan yang timbul karena tubuh kekurangan air sehingga tidak dapat menjalankan fungsi normalnya. Lalu berapa sebenarnya kebutuhan air minum per hari bagi manusia?


Menurut dr Hengky Indrajaja, air memiliki peranan penting dalam tubuh manusia. Tidak hanya sekadar menghilangkan dahaga saja, tapi dibutuhkan dalam semua proses yang ada dalam tubuh manusia. “Air ini meski seperti hanya untuk menghilangkan haus saja, tapi fungsinya lebih dari itu,”

Mengenai kebutuhan air setiap hari, tiap orang membutuhkan dalam jumlah yang berbeda. Makanya, untuk itu, orang tersebut harus mengetahui kebutuhan air sesuai dengan yang diperlukan tubuhnya. Tidak bisa ditentukan, karena setiap orang memiliki aktivitas kerja berbeda, sehingga kebutuhan akan air juga berbeda.

Karena makin banyak aktivitas tubuh, maka semakin banyak yang air yang dibutuhkan tubuh. Karena setiap saat manusia akan kehilangan air melalui pernapasan, keringat, urin dan pergerakan usus. Agar tubuh berfungsi normal, maka air yang hilang harus digantikan dengan mengkonsumsi makanan dan minuman.

Pada dasarnya, kebutuhan air pada orang normal dalam kondisi istirahat adalah 2 liter air atau sama dengan 8 gelas per harinya. Hal ini didasari sebuah pendekatan di mana rata-rata keluaran urin orang dewasa 1,5 liter sehari. Air juga dapat keluar melalui pernapasan, keringat, dan pergerakan usus. Makanan biasanya menyumbangkan 20% dari jumlah total yang diperlukan, jadi bila mengonsumsi 2 liter air atau minuman lainnya dalam sehari (kurang lebih 8 gelas), maka cairan yang hilang akan tergantikan.

Cara lain untuk mengetahui bahwa Anda telah minum dalam jumlah yang cukup adalah bila Anda jarang merasa haus dan memproduksi satu hingga dua liter urin yang tidak berwarna atau agak kuning. Mengenai faktor yang mempengaruhi kebutuhan air pada seseorang, ergantung dari banyak faktor. Mulai dari keaktifannya, tingkat kesehatannya, kondisi tubuhnya saat itu, lingkungan sekitar dan lainnya. “Orang yang bekerja di suhu normal tentu berbeda kebutuhan airnya dengan orang yang bekerja di cuaca panas ataupun ruang ber-AC.

Pada orang yang memiliki aktivitas berat, maka kebutuhan airnya di atas normal. Misalnya pada saat olahraga terutama olahraga singkat, dibutuhkan tambahan 1-2 gelas air. tetapi bila olahraga lama maka perlu jumlah tambahan. Berapa banyak cairan tambahan yang dibutuhkan tergantung dari banyaknya keringat selama olahraga. Biasanya 2-3 gelas dalam olahraga yang dilakukan selama satu jam sudah cukup, kecuali udara sangat panas. Jika perlu, tambahkan dengan cairan elektrolit sehingga elektrolit tubuh yang hilang (natrium) bersama keringat dapat tergantikan.

Lingkungan sekitar juga mempengaruhi. Misalnya bekerja di lingkungan yang cuaca panas maupun ruangan ber-AC. Udara dalam ruangan yang panas juga dapat membuat kulit kehilangan kelembabannya. Ketinggian lebih dari 2.500 meter (8.200 kaki) dapat menyebabkan peningkatan urinasi dan bernafas menjadi lebih cepat, sehingga lebih banyak cairan yang terbuang. Pada kondisi ruang ber-AC juga demikian, jadi harus minum di atas 8 gelas. Bisa ditambahkan hingga 50 persennya.

Faktor lainnya yakni keadaan kesehatan dan penyakit. Tanda penyakit seperti demam, muntah dan diare, dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan. Bila terjadi, maka harus minum air lebih banyak dan lebih baik bila dapat menggantikan elektrolit yang keluar juga. Kondisi tertentu seperti infeksi kandung kemih serta adanya batu di saluran kemih juga membutuhkan cairan lebih banyak. Kondisi lainnya seperti kelainan jantung dan beberapa tipe penyakit ginjal, hati atau penyakit adrenal dapat mengganggu ekskresi air.

Selain itu, pada wanita hamil dan menyusui membutuhkan cairan lebih banyak dari biasanya. Apalagi, saat hamil, kebiasaan buang air kecil lebih sering. Institute of Medicine merekomendasikan pada wanita hamil untuk minum 2,4 liter (10 gelas) air. Sedangkan bila menyusui disarankan untuk minum 3,0 liter air (12,5 gelas) setiap harinya.(*)

Cegah Komplikasi, Kenali Gejala Dehidrasi

KURANGNYA asupan air yang dibutuhkan tubuh dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi sedang (hilangnya 1-2% dari berat badan) dapat menurunkan energi dan membuat lelah. Penyebab umum yang dapat menimbulkan dehidrasi adalah aktivitas yang banyak, keringat yang berlebih, muntah dan diare.

Sangat penting untuk mengetahui gejala dehidrasi sehingga bisa melakukan penanganan secepatnya. Karena jika terlsmbat, komplikasi bisa lebih parah.

Tidak hanya itu, jika sering kekurangan cairan karena jarang minum juga bisa merusak organ vital tubuh karena mengganggu proses metabolisme tubuh. Salah satunya fungsi ginjal.

Mengenai gejala awal kekurangan cairan, yaitu timbul rasa haus, mudah lelah, sakit kepala, mulut kering, tidak atau kurang urinasi, lemah otot, pusing dan lainnya. Kondisi ini jarang menimbulkan komplikasi selama cairan yang hilang cepat digantikan. Kasus lainnya dapat mengancam jiwa, terutama pada individu yang masih sangat muda atau sudah tua. Pada keadaan yang gawat, cairan atau elektrolit dapat diberikan secara intravena.

Namun demikian, tidak baik untuk menjadikan rasa haus sebagai indikator untuk minum. Saat terasa haus, kemungkinan telah terjadi dehidrasi. Lebih jauh lagi, saat usia bertambah, maka tubuh akan lebih tidak sensitif terhadap tanda dehidrasi. Rasa haus yang berlebihan serta bertambahnya urinasi dapat menjadi tanda kondisi medis yang serius oleh sebab itu bicarakan lebih lanjut dengan dokter.

Untuk memastikan bahwa kebutuhan air tubuh telah terpenuhi, maka perlu dipertimbangkan untuk melakukan langkah-langkah antisipasi. Caranya, biasakan minum segelas air saat makan dan antara waktu makan. Tidak hanya itu, minum sebelum, selama dan setelah olahraga. Hati-hati bila minum air dari botol, pastikan bahwa botol selalu bersih dan ganti botol lebih sering. Gunakan botol yang memang dibuat untuk digunakan lagi.


Meski tidak umum, sangat mungkin untuk minum terlalu banyak. Bila ginjal tidak mampu mengekskresikan kelebihan air, mineral dalam darah menjadi terencerkan, sehingga menghasilkan suatu kondisi yang disebut hiponatremia (rendahnya kadar natrium dalam darah)

Keuntungan menggunakan ORPlife Alkaline Water:
  • Menyuplai Antioksidan
  • Bebas Pemburu Radikal
  • Memperbaiki Pencernaan
  • Membantu memperlambat proses penuaan pada tingkat biologis
  • Membantu menciptakan alkali tubuh
    • Menetralkan berbagai jenis zat asam yang terbentuk di dalam tubuh, mencegah tubuh dari pembentukan asam dan sejumlah penyakit kronis
    • Membersihkan radikal bebas dan mencegah penuaan
    • Menghilangkan nutrisi dan lemak berlebih, kolesterol dan zat-zat beracun lainnya di tubuh
    • Meningkatkan metabolisme tubuh dengan daya serap dan daya larut air
    • Meningkatkan sistem ketahanan tubuh
    • Mencegah osteoporosis
    • Meningkatkan sekresi insulin, efektif dalam mencegah penyakit diabetes dan liver
    • Mencegah kanker
    • Mencegah penyakit hati dan hipertensi
    • Menetralkan asam lambung, sehingga dapat meningkatkan fungsi gastrointestinal
    • Sangat baik untuk radang usus kronis, radang lambung, dsb.
    • Baik untuk menyembuhkan rematik, masalah kulit, obesitas, batu empedu dsb.
Dengan begitu, anda dapat membuktikan bahwa ini merupakan cara yang efektif dan berharga untuk menjaga kesehatan anda dengan air minum alkali!
Siapa yang sangat dianjurkan menggunakan ORPlife Alkaline Water Stick?
Bagi mereka yang:

  • Selalu menghirup gas buang
  • Selalu kontak dengan gas yang digunakan untuk memasak
  • Perokok atau perokok pasif
  • Selalu mengkonsumsi air berkarbonasi atau alkohol
  • Selalu mengkonsumsi makanan gorengan atau bakaran
  • Selalu mengkonsumsi makanan olaha
  • Selalu mengkonsumsi buah dan sayuran yang banyak mengandung pestisida
  • Selalu mengkonsumsi daging merah
  • Cukup sering makan di luar
  • Selalu menggunakan hair spray atau hair protector atau sering menggunakan pewarna rambut yang banyak mengandung bahan-bahan kimia
  • Selalu stress
  • Selalu menggunakan komputer dan oven microwave yang menghasilkan radiasi tinggi
  • Selalu duduk di depan TV
  • Menyukai kegiatan di luar rumah dan olahragawan
  • Selalu menggunakan HP
  • Ingin mencegah penyakit kronis, seperti hipertensi, diabetes mellitus, kanker, dsb.
Bagaimana Menggunakan Botol
  • Isi botol dengan air, kocok dan bersihkan botol
  • Isi botol dengan air saringan
  • Kocok botol selama 10 detik
  • Diamkan botol minimal selama 30 menit sebelum air dikonsumsi
  • Selalu jaga agar ORPlife Alkaline Water Stick tetap berada di air

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © 2011-2014 ORPLife Alkaline Water Stick All Right Reserved